Karawitan merupakan program wisata edukatif yang memperkenalkan kekayaan seni musik tradisional Indonesia, khususnya seni gamelan dan karawitan Jawa. Karawitan telah berkembang sejak masa kerajaan-kerajaan di Pulau Jawa dan pada awalnya digunakan sebagai pengiring berbagai kegiatan di lingkungan keraton, seperti upacara adat, ritual keagamaan, penyambutan tamu kehormatan, hingga pertunjukan seni seperti wayang kulit, tari tradisional, dan ketoprak. Seiring perkembangan zaman, karawitan juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dan sering dimainkan dalam acara hajatan, pernikahan, sedekah bumi, serta berbagai kegiatan budaya lainnya.
Di Desa Wisata Cokro, kesenian karawitan terus dilestarikan melalui BOGUL (Bocah Gaul), yaitu sanggar seni yang mewadahi anak-anak usia Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk belajar dan mengembangkan kemampuan di bidang karawitan dan tari tradisional. Kehadiran BOGUL menjadi salah satu upaya regenerasi dalam melestarikan seni budaya lokal agar tetap dikenal dan dicintai oleh generasi muda.
Dalam kegiatan eduwisata ini, pengunjung akan memperoleh pengalaman langsung untuk mengenal, memahami, memainkan, dan mengapresiasi musik tradisional yang sarat akan nilai budaya dan filosofi. Pengunjung akan diperkenalkan dengan berbagai alat musik gamelan, seperti bonang, saron, kendang, gong, gender, dan instrumen lainnya yang saling berpadu menghasilkan harmoni khas karawitan.
Selain mempelajari cara memainkan irama dan pola dasar gamelan, pengunjung juga akan mengenal unsur-unsur penting dalam karawitan, seperti laras (sistem tangga nada), gending (komposisi musik tradisional), serta tata cara penyajian karawitan. Melalui kegiatan ini, pengunjung tidak hanya memperoleh keterampilan dasar dalam memainkan gamelan, tetapi juga memahami makna di balik setiap alunan musik sebagai bagian dari identitas budaya Jawa yang mengajarkan nilai kebersamaan, keharmonisan, kedisiplinan, dan gotong royong dalam menghasilkan sebuah sajian musik yang indah.